Sunday, August 19, 2018

Epidemiologi Filariasis


A.      Pengertian Istilah-Istilah
1.      Filariasis
Filariasis merupakan penyakit yang merusak limfe yang disebabkan oleh cacing filariasis yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening yang menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mammae dan scrotum. (Amelia, 2014).
2.      Surveilance
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014 surveilans kesehatan adalah kegiatan pengamatan, pengumpulan, pengolahan, analisis, interpretasi yang sistematis dan terus menerus tentang masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi peningkatan dan penularan penyakit untuk memperoleh informasi guna mengarahkan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien.
3.      Mikrofilaria
Mikrofilaria adalah larva yang menyerang penyakit filariasis yang hidup di dalam aliran darah dan saluran limfe (Lobo, dkk. 2014).
4.      Penyakit menular
Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui berbagai media (Widoyono, 2011).
5.      Angka Insidensi
Menurut Trihono dan Gitawati (2009) angka insidensi adalah jumlah penderita baru suatu penyakit dibandingkan dengan jumlah penduduk di daerah tersebut. Rumus dari angka insidensi adalah

6.      Angka Prevalensi
Menurut Trihono dan Gitawati (2009) prevalensi adalah jumlah dari kasus atau kejadian pada populasi tertentu pada suatu titik tertentu. Rumus dari angka prevalensi adalah

7.      Mikrofilaria rate
Mikrofilaria rate adalah perbandingan antara angka populasi yang darahnya positif terkena filariasis dan total populasi yang di uji (Landi, dkk. 2011).
8.      Pemeriksaan Darah Tepi
Pemeriksaan darah tepi merupakan pengambilan darah dari ujung jari tangan seseorang yang diletakkan pada kaca benda (slide) dan digunakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya mikrofilaria (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014).
9.      Filariasis Kronis
Filariasis Kronis adalah kondisi dimana penyakit ini sudah menyebabkan gejala yang biasanya berupa limfedema, lymph scrotum, kiluri, dan  hidrokel (Anindita dan Mutiara, 2016).
10.  Sehat
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, orang bisa dikatakan sehat apabila, mereka sehat baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan orang tersebut hidup produktif secara ekonomi dan sosial.
11.  Gejala klinis
Gejala klinis adalah gejala  atau keluhan yang dirasakan oleh penderita suatu penyakit dan biasanya dapat dinilai secara objektif (Anindita dan Mutiara, 2016).
12.  Endemis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Yahya dan Santoso, 2013) endemis merupakan penetapan suatu penyakit di suatu daerah dimana hanya kalangan orang-orang tertentu saja yang terkena penyakit tersebut.
13.  Kejadian Luar Biasa (KLB)
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991, Kejadian Luar Biasa adalah timbulnya atau peningkatan suatu penyakit di suatu daerah dalam kurum waktu tertentu dan menjurus pada terjadinya wabah.
14.  Epidemi atau Wabah
Menurut Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984, wabah merupakan suatu kejadian berjangkitnya suatu penyakit yang jumlah penderitanya melebihi dari keadaan yang biasa ada dalam waktu dan daerah tertentu yang mengakibatkan malapetaka.
15.  Pandemi
Pandemi merupakan suatu wabah yang wilayahnya sangat luas yaitu dari suatu benua ke benua lainnya atau negara satu dan negara lainnya (Sedyaningsih dan Setiawaty, 2009).
16.  Holoendemi
Holoendemi adalah penyakit yang umumnya ada dalam populasi besar yang gejalanya ada dari saat anak-anak, dan insidensnya berkurang pada usia dewasa (Niass, dkk., 2017)

B.       Pembahasan
1.        Sejarah Penyakit Filariasis
Pengetahuan mengenai filariasis sudah ada pada akhir abad ke 19. Pada awalnya ditemukan mikrofilaria dalam cairan hidrokel Jean-Nicholas Demaequay di Paris tahun 1863 (Saputri, 2007). Filariasis mulai dikenal di Indonesia tahun 1889 disaat Haga dan Van Eecke menemukan kasus pembesaran scrotum di daerah Jakarta (Ramadhani, 2007).
2.        Penyebab Penyakit Filariasis
Penyebab dari penyakit filariasis ini sendiri dibagi menjadi 3 yaitu:
a.       Host
Host dari penyakit filariasis menurut Masrizal (2013) ada 3 yaitu:
1)      Host Definitif
Host definitif disini adalah manusia yang mengandung parasit yang menjadi sumber infeksi bagi orang lain. Dalam kasus ini biasanya pendatang baru di suatu daerah endemis filariasis lebih rentan terkena infeksi dari pada penduduk aslinya.
2)      Host Perantara
Host perantara ini lebih sering kita sebut sebagai vektor. Dalam kasus filariasis ini vektornya yang menularkan adalah bermacam spesies nyamuk. Biasanya spesies yang ditemukan adalah Mansonia sp., Anopheles sp., Culex sp., dan Armigeres sp.
3)      Host Reservoir
Cacing tipe Brugia malayi dapat hidup di dalam hewan seperti kucing, kera, dan lutung yang merupakan sumber infeksi untuk manusia.
b.      Agent
Agent dari filariasis ini disebabkan oleh berbagai macam cacing filaria. Di Indonesia ini sendiri ada 3 spesies yang paling sering ditemukan yaitu Brugia malayi, Brugia timori, dan Wuchereria bancrofti.
c.       Environment
Faktor lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya filariasis dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan dalam rumah dan luar rumah. Faktor lingkungan dalam rumah adalah keadaan rumah yang lembab dan pencahayaan kurang. Faktor lingkungan luar rumah adalah daerah rawa, sungai, semak-semak, serta kandang binatang reservoir (Juriastuti, dkk., 2010).
3.        Gejala penyakit filariasis
Gejala klinis filariasis terdiri dari gejala klinis akut dan kronis. Gejala akut biasanya berupa limfadenitis, limfangitis,dan adenolimfangitis yang disertai demam, sakit kepala, lemah, dan terjadi abses. Gejala kronis biasanya berupa limfedema, lymph scrotum, kiluri dan hidrokel yang biasanya disini terlihat berupa pembesaran pada kaki, lengan, payudara, dan alat kelamin (Anindita dan Mutiara, 2016).
4.        Organ yang Terserang oleh Penyakit Filariasis
Organ yang terserang oleh penyakit filariasis ini pada awalnya adalah saluran getah bening dan pembuluh darah. Aktifitas yang dilakukan oleh mikrofilaria yang menyebabkan penimbunan cairan limfe sehingga pengangkutan  bakteri dari kulit dan jaringan terganggu dan menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri berulang akan mengakibatkan rusaknya sistem limfatik yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk mengalirkan cairan limfe dari kulit dan jaringan ke kelenjar limfe sehingga terjadi penebalan dan pengerasan kulit, hiperpigmentasi, hiperkeratosis dan peningkatan pembentukan jaringan ikat sehingga terjadi pembengkakan yang menetap (Masrizal, 2013).
5.        Penularan Penyakit Filariasis
Penularan penyakit filariasis terjadi apabila ada host, agent, dan environment. Seseorang bisa tertular penyakit filariasis apabila orang tersebut digigit oleh nyamuk yang mengandung mikrofilaria (larva L3 atau stadium 3). Kemudian pada periode tertentu seseorang baru bisa terinfeksi filariasis apabila mikrofilaria tersebut berkembang biak di dalam darah manusia dalam fase waktu tertentu dan mikrofilaria tersebut berubah menjadi cacing dewasa dan menyebabkan terjadinya pembengkakan akibat dari aktifitas cacing tersebut (Masrizal, 2013).
6.        Pencegahan, Penanganan, dan Perawatan Penyakit Filariasis
a.       Individu
Penanganan individu bisa dilakukan sebelum kita terkena penyakit filariasis dengan cara membiasakan memakai kelambu saat tidur, menggunakan baju dan celana panjang bila berada di luar rumah, memakai kasa ventilasi agar terhindar dari nyamuk pembawa mikrofilaria. Selain itu dengan membersihkan air yang tergenang, sering melakukan pembersihan di rumah maupun lingkungan sekitar (Uloli, dkk., 2008).
b.      Pemerintah
1)      Preventif
Pencegahan yang bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri adalah pemberian penyuluhan pada masyarakat, mengidentifikasi cektor dengan mendeteksi adanya larva infektif dalam nyamuk, pengendalian vektor jangka panjang, dan pengobatan preventif dengan diethulcarbamazine citrate (DEC) (Masrizal, 2013).
2)      Kuratif
Pengobatan yang bisa dilakukan apabila manusia terkena filariasis adalah dengan menggunakan obat DEC yang bersifat membunuh mikrofilaria dan juga cacing dewasa yang diminum 6mg/kg berat badan selama 12 hari untuk filaria bancrofti lalu 5mg/kg berat badan selama 10 hari untuk filaria brugia. Obat lain yang juga bisa mengobati yaitu ivermektin yang mempunyai efek samping lebih ringan daripada DEC (Masrizal, 2013).
7.        Dampak dan Akibat dari Penyakit Filariasis
Dampak atau akibat yang disebabkan oleh filariasis ini sangatlah besar. Penyakit ini bersifat kronis dapat menimbulkan kecacatan yang menetap seumur hidup berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin. Selain itu dampak psikologis bagi penderita dan keluarga penderita akan menyebabkan kurangnya kepercayaan diri. Hal ini menyebabkan penderita filariasis ini tidak dapat berkerja secara optimal dan hidupnya bergantung pada keluarga, masyarakat, dan negara (Kementrian Kesehatan, 2015).
8.        Presentase Angka Insidensi dan Prevalensi
a.       Insidensi

b.      Prevalensi

C.       Mind Mapping       




DAFTAR PUSTAKA

Amelia, R., 2014, Analisis faktor risiko kejadian penyakit filariasis, Unnes Journal Of Public Health, 3(1): 1-12.
Anindita, H. dan Mutiara, 2016, Filariasis: pencegahan terkait faktor resiko, Majority Journal, 5(3):11-16.
Juriastuti, P., Katika, M., Djaja, I.M., dan Susanna, D., 2010, Faktor risiko kejadian fiariasis di kelurahan jati sampurna, Makara Kesehatan, 14(1):31-36.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015, InfoDatin Pusat Data dan Informasi, Jakarta.
Landi, S., Satoto, T. B. T., dan Soeyoko, 2011, Filariasis malayi in pondok village, west umbu ratinggay, central sumba regency, TMJ, 2(2):172-179.
Lobo, L. T., Chadijah, S., dan Tasidjawa, Y. N., 2014, Gambaran kadar hemoglobin pada penderita filariasis di desa polewali, kecamatan bambalamotu, kabupaten mamuju utara, sulawesi barat, Jurnal Vektor Penyakit, 8(2):61-66.
Masrizal, 2013, Penyakit filariasis, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1):32-38.
Niass, O., Pierre, P. S., Niang, M., Diop, F., Diouf, B., Faye, M. M., Sarr, F. D., dkk., 2017, Modelling dynamic change of malaria  transmission in holoendemic setting (dielmo,  senegal) using longitudinal measures  of antibody prevalence to  plasmodium  falciparum  crude schizonts extract, Malaria Journal, 16(409):1-12.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Filariasis.
Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 Tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular.
Ramadhani, T., 2007, Mengenal parasit filaria, Balaba, 2(1):21-22.
Saputri, D., 2007, Filariasis limfatik, Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 7(1):49-62.
Sedyaningsih, E., R. dan Setiawaty, V., 2009, Awal pandemi influenza a(h1n1) 2009: sebuah tinjauan, Jurnal Penyakit Menular Indonesia, 1(1), 29-41.
Trihono dan Gitawati, R., 2009, Hubungan antara penyakit menular dengan kemiskinan di indonesia, Jurnal Penyakit Menular Indonesia, 1(1):38-42.
Uloli, R., Soeyoko, dan Sumarni, 2008, Analisis faktor-faktor risiko kejadian filariasis, Berita Kedokteran Masyarakat, 24(1):44-50.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Widoyono, 2011, Penyakit Tropis (Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya), Erlangga, Jakarta.
Yahya dan Santoso, 2013, Studi endemisitas filariasis di wilayah kecamatan pemayung, kabupaten batanghari pasca pengobatan massal tahap iii, Bulan Penelitian Kesehatan, 41(1):18-23.

Tuesday, January 21, 2014

Contoh soal PKn Kelas IX BAB Globalisasi


1.      Apakah hekekat globalisasi secara umum?
Globalisasi adalah suatu perubahan sosial dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi modern
2.      Jelaskan factor intern dan eksteren yang mempengaruhi masuknya globalisasi!
Intern :
·         Kebebasan pers
·         Ketergantungan sebagian negara terhadap negara lain
·         Berkembangnya transportasi dan demokrasi pemerintah
·         Munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat
·         Berkembangnya cara berfikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat
Ekstern :
·         Perkembangan IPTEK
·         Penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih
·         Adanya kesepakatan internasional tentang pasar bebas
·         Modernisasi di berbagai bidang oleh negara-negara di dunia mendorong negara lain untuk mengadopsi hal yang sama
·         Meningkatnya peran dan fungsi lembaga-lembaga internasional seperti PBB,IMF,ASEAN dsb.
3.      Apakah arti pentingnya globalisasi bagi Indonesia !
·         Kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, dan transformasi dapat menekan biaya transportasi barang dan manusia.
·         Mendorong semangat bekerja keras, mengembangkan potensi diri dalam menghadapi persaingan karena globalisasi menuntut persaingan baik antara warga negara Indonesia sendiri maupun bangsa lain.
·         Globalisasi akan memperlancar pelaksanaan pembangunan nasional sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
·         Memperluas cakrawala dan wawasan masyarakat Indonesia untuk mengikuti kemajuan teknologi dan peradaban bangsa.
·         Tekanan globalisasi mendorong terciptanya pemerintah yang demokratis dan menekan pemerintah yang otoriter.

4.      Apakah tanda-tanda munculnya perekonomian yang berbasis pengetahuan itu?
Munculnya banyak konsumen yang cakap teknologi dan mudah menguasai kemajuan-kemajuan terbaru dalam bidang komputerisasi, hiburan, dan telekomunikasi serta mempraktekkannya dalam kehidupan keseharian mereka.


5.      Jelaskan pengaruh globalisasi terhadap bidang ekonomi dan perdagangan!

Dampak positif globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan :
·         Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
·         Di bidang jasa kita mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional yang beraneka ragam.
·         Lebih mudah mendistribusikan hasil industri ke mancanegara dengan kemajuan alat teknologi informasi dan transportasi


Dampak negatif globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan :
·         Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
·         Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
·         Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.
·         Indonesia kerap dijadikan tempat perdagangan "gelap" karena mudahnya akses komunikasi dan transportasi
·         Meningkatkan sifat konsumtif masyarakat.
6.      Hubungan internasional Indonesia di era global dilakukan secara bebas aktif, jelaskan yang dimaksud !
Bebas artinya Indonesia bebas dari ikatan-ikatan apa pun dari kekuatan dunia yang saling bertentangan.Aktif artinya Indonesia senantiasa berusaha dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.

7.      Apakah yang dimaksud kerjasama  bilateral, multilateral itu!
·           Bilateral= kejasama antar dua pihak (negara)
·           Multilateral=kerjasama antar beberapa negara (lebih dari dua)
8.      Apakah yanhg dimaksud kerjasama bilateral regional dan bilateral internasional dan beri contohnya masing masing 2 contoh!
·      Regional=kerjasama berdasarkan region atau daerah wilayah
Contoh: Asean dan MEE.
·      Bilateral= kejasama antar dua pihak (negara )
Contoh:  Kerjasama Indoesia -Italia di bidang keramik.
          Kerjasama di bidang pertanian antara Indonesia dan Australia diwadahi dalam suatu
       Working Group yaitu WGAFC.

9.      Apakah landasan politik luar negeri Indonesia itu?
1. Pancasila sila ke 2 dan 4
2. UUD 1945
    - Alinea 1 dan 4
    - Pasal 11
    - Pasal 13
3. Tap MPR
   - Tap MPR No. XII/MPR/1966
   - Tap MPR No. IV/MPR/1999
4. Undang-Undang
   - UU N0. 37
10.  Apasajakah tujuan politik luar negeri Indonesia itu?
·         Mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
·         Membina persahabatan antara Indonesia dengan semua negara di dunia dengan prinsip bebas aktif.
·         Menjalin kerja sama dengan negara lain dalam upaya membangun bangsa di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
·         Membentuk masyarakat yang demokratis, adil, dan makmur dalam wadah NKRI.
11.  Sebutkan prinsip pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif Indonesia!
·         Negara Indonesia menjalankan politik damai.
·         Indonesia membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dengan berpedoman pada piagam PBB.
·         Indonesia bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling menghargai dengan tidak mencampuri urusan pemerintahan dalam negeri negara lain.

12.  Sebutkan asas hubungan internasional !
a.    Asas teritorial
Semua orang yang berada di luar negaranya wajib mematuhi hukum international
b.     Asas kebangsaan
Di manapun berada, seseorang tetap mendapat perlakuan hukum di negaranya
c.     Asas kepentingan umum
Hukum tidak terikat dalam batas negara karena menyangkut kepentingan umum
13.  Sebutkan subjek hukum internasional !
Subjek hukum Internasional terdiri dari :
1.     Negara
2.     Individu
3.     Tahta Suci / vatican
4.     Palang Merah Internasional
5.     Organisasi Internasional

14.  Sebutkan bentuk-bentuk hubungan internasional!
·         Hubungan Antar Negara
·         Hubungan Antar Kelompok
·         Hubungan Individual 

ATAU (aku bingung yang mana)
·         Kerja Sama Ekonomi Bilateral
·         Kerja Sama Ekonomi Regional
·         Kerja Sama Ekonomi Multilateral/Internasional
·         Kerja Sama Ekonomi Antarregional

15.  Jelaskan apakah pentingnya diadakanya kerjasama internasional itu! 
a.       Menumbuhkan saling pengertian antarbangsa
b.      Mempererat hubungan persahabatan dan persaudaraan antarbangsa
c.       Saling mencukupi kebutuhan masing-masing bangsa yang bekerja sama
d.      Memenuhi rasa keadilan dan kesejahteraan
e.       Membina dan menegakkan perdamaian serta ketertiban dunia


Health Management

Health Management 1.       Kewajiban-kewajiban pemerintah dalam Undang-Undang Kesehatan Pada Undang Undang Republik Indonesia Nomor ...